Bedah Buku 'Adhan Dambea Dibalik Kontraversi' Festival Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo

Selasa, 18 November 2025. 20:00
DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA GORONTALO

54 kali Berita ini dilihat

thumbnail

Dalam rangka menumbuhkan budaya baca, memperkaya wawasan, serta menghadirkan ruang dialog yang sehat bagi masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo menyelenggarakan rangkaian Festival Literasi Kota Gorontalo—sebuah perhelatan yang menjadi wadah bagi ide, gagasan, dan refleksi terhadap dinamika sosial di daerah kita. Salah satu agenda penting dalam festival tahun ini yang dibuka langsung ole Sekretariat Daerah, Bapak Dr. Ir. Hi Ismail Madjid. merupakan  Bedah Buku “Adhan Dambea di Balik Kontroversi”, sebuah karya yang mengupas perjalanan tokoh publik Gorontalo yang dikenal vokal, tegas, serta sering memunculkan berbagai perbincangan di masyarakat. 

Buku ini tidak hanya menyajikan kisah tentang sepak terjang Adhan Dambea dalam dunia politik dan sosial, tetapi juga menampilkan sisi-sisi kemanusiaan yang jarang terangkat. Di balik kontroversi yang kerap muncul, terdapat pergulatan nilai, prinsip, dan komitmen yang layak untuk dipahami secara lebih mendalam. Melalui kegiatan bedah buku ini, pembaca diajak melihat lebih dekat bagaimana dinamika kepemimpinan, keberanian bersuara, serta tantangan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di tengah lingkungan yang kompleks.



Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten—baik dari kalangan akademisi, penulis, maupun pemerhati sosial—untuk memberikan sudut pandang yang beragam. Diskusi diharapkan tidak hanya membuka pemahaman baru terhadap isi buku, tetapi juga memantik pemikiran kritis masyarakat tentang figur publik, integritas, dan proses demokrasi di tingkat lokal.
Melalui Bedah Buku “Adhan Dambea di Balik Kontroversi”, Festival Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo berupaya menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kemampuan menafsirkan realitas. Setiap tokoh, setiap peristiwa, dan setiap kontroversi menyimpan pelajaran yang dapat memperkaya kesadaran kolektif kita sebagai warga.





Semoga kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif, mendorong lahirnya diskusi konstruktif, serta memperkuat budaya literasi di Kota Gorontalo.